Setelah sepekan pasca dilantik sebagai menteri pertahanan Republik Indonesia sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar di bidang pertahanan menanti Prabowo Subianto. Diantaranya adalah masalah sistem pertahanan yang sangat rentan hingga teknologi radar pertahanan yang ketinggalan zaman yang sempat disinggung Prabowo Subianto pada debat pilpres yang lalu. Masuknya Prabowo Subianto menuai Pro dan Kontra. tak seperti menteri-menteri yang lain Prabowo memiliki pengaruh dan kemampuan di atas rata-rata menteri lainnya untuk mengintervensi dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan keamanan dan pertahanan negara?
Mengapa Prabowo yang hanya seorang menteri dan bukan panglima tertinggi (seperti presiden), bukan presiden memegang kendali penuh atas kebijakan pertahanan negara. Benarkah sang jenderal diteriaki "Selamat Jalan Presiden" seusai melaksanakan shalat Jumat 25/10/2019 di kompleks kementerian pertahanan oleh para staff dan prajurit?
Terlepas dari retorika politik nasional di Indonesia publik menunggu hasil kerja Prabowo sebagai "presiden" angkatan darat, laut dan udara serta kepolisian Republik Indonesia. Selamat Bekerja Jenderal! OPM menunggu kau turun gunung.