Profil

My photo
Assalamualaikum, gaes, Welcome my blog. Disini saya akan membahas seputar pendidikan dan jasa ghost writer

Friday, January 17, 2020

Jalan-jalan ke Arab




JALAN-JALAN KE ARAB

Oleh :

SIDIQ AKBAR NUGRAHA

Suatu hari dua orang sahabat yang sekolah dari TK sampai SMA di tempat yan sama dan sama-sama kuliah di perguruan tinggi ternama di Indonesia dan sama-sama memiliki hobi traveling melakukan perjalanan keliling dunia. “Eh libur kuliah bulan ini kita travel keliling dunia yuk Yud.” ajak Agus
“Tapi gratis nggak?.” (Yudhi)
“Tenang aja gue lagi cari promo travel yang lagi diskon nih.”
“Yah mana dompet gue hampir kosong lagi gara-gara traktir si Mellisa terus.”
“Tenang nanti gue yang soal akomodasi dan biaya gue yang tanggung. Makanya kalau pacaran tuh jangan pake lama dan jangan seriusan. Buruan halalin.”
“Ah lo ceramah mulu.”
“Cakep. Lo emang sahabat gue yang terbaik bro.”
“Gue cari info harga tiket dulu, lo siapin barang-barang yang kita mau bawa. Barang-barang wajib aja, pisahin koper taruh pakaian sama koper perlengkapan kalau nanti pas kita mau jelajah alam di sana. Cari semua info lengkap tentang negara yang akan kita kunjungi mengenai hotel//penginapan murah, makanan, oleh-oleh khas dan utamanya spot-spot cantik disana. Packing barangnya harus rapi terus kasih kode. Gue biar urus, urusan administrasi, tiket, passport sama biaya hidup selama kita traveling.”
“Iya, eh tapi Mellisa sama Nadia perlu ikutan nggak?”
“Ah nggak usah biar ini jadi men’s time oke bro.”
“Yeeeees. Oke deh bro gue kerjain.”
Beberapa jam kemudian
*************************************************************************
(Agus) : “Eh bro barusan gue dapat notifikasi dari aplikasi travel ada diskon tiket pesawat nih. Ntar lo daftar apa aja yang kurang terus lo yang belanja duitnya kita patungan. Nggak apa kan?”
(Yudhi) : “Iyalah bro masak semua lo sendiri doang yang tanggung. Kita kan best friend dari kecil. Lagipula gue penasaran bagaimana sih kehidupan di timur tengah, apa benar timur tengah itu sarang teroris dan Islam itu teroris seperti yang digambarkan sama pemerintah? Untung aja gue sudah insyaf jadi kecebong.”
Agus hanya menggelengkan kepala sambil fokus di laptopnya mendengarkan pengalaman Yudhi yang baru berhijrah dan keluar dari kedunguan
***************************************************************************

Seminggu Kemudian....
“Halo Yudh lo dimana, udah bangun belum?”
“Hmmm... Hoooam.... belum nih gue masih ngantuk nih kita kan baru pulang 24.30 malam.”
“Yaelah la ilaha ilallah. Buruan bangun udah jam 06.00 pagi nih. Habis itu lo langsung mandi, siap-siap. Kita ketemuan di bandara ya. Nanti kita transitnya di Singapore dulu.”
“Ok bro. Siap pak bos”
***************************************************************************
Beberapa Jam Kemudian
Di bandara pukul 07.15 WIB
(Yudhi) : “Halo Gus. Lo dimana sih? lama amat lo pesawat kita jam 08.15 buruan.”
(Agus) : “Ya halo, ini gue udah di bandara (ternyata si Agus sudah ada disebelah Yudhi)
Bruuk...
“Hati-hati dong mas!”
“Ini gue agus, pea.”
“Aduh bro. Lo darimana aja sih bro”
“Sorry gue baru nyampe habis urus visa di depan soalnya.”
“Gimana passport udah beres. Berapaan lo bayar?”
“Hm bayar apaan. Ini bebas cuman nunggu 1 minggu proses, 5 jaman untuk verifikasi 1 jam doang cetaknya.”
“Tumben lo hemat duit. Biasanya urus Passport bisa sampai 1 bulan atau 5 hari. Pake orang dalam lo ya?”
“Bukan... Keluarga gue gak ada yang kerja di keimigrasian semuanya pada jadi dosen, pengusaha, lawyer, sama dokter. Cuman ya kali aja ini hari my lucky day.”
Traaang... ting... ting...
Perhatian... para penumpang pesawat Garuda dengan nomor penerbangan JT700 dipersilahkan naik ke pesawat.
“Eh.. itu pesawat kita buruan lari.”
***************************************************************************
“Permisi! permisi numpang lewat.”
“Duh nih tas berat amat. Apaan sih isinya” keluh Yudhi yang sedang berusaha tas ransel hitam miliknya ke dalam kabin pesawat.”
“Sini saya bantu pak, silahkan bapak duduk di kursinya ya pak. Terimakasih.” sapa seorang Pramugari cantik
Agus yang hanya melihat Yudhi geleng-geleng kepala sambil membuka majalah yang tersedia di belakang kursi penumpang
“Hmm gila badannya bro. Bohay bener untung aja gue punya Mellisa kalau nggak gue chat juga tuh pramugari.”
“Woy cewek mulu di otak lo. Fokus dikit napa. Sekarang tuh kita harus pastikan di mana kita tinggal, makan, biaya transportasi dll.”
“Si Lisa enak banget ya. Kerja di perusahaan besar kerjanya keliling dunia terus. Hmm coba ada lisa pasti bakalan enak.”
“Udah deh. Bisa nggak mulai sekarang kita belajar mandiri?”
“Semua udah beres kan?”
“Tenang bro. Semuanya sudah beres.”
“Perlengkapan jelajah alam nanti semuanya udah beres?”
“Ya tenang udah pokoknya semua udah beres.”
“Emangnya kita mau kemana sih?”
“Jadi lo belum tau???”
“Belum”
“La ilaha ilallah. Ya rabb”
“Jadi lo nggak dengar sama sekali presentase yang gue buat?”
“Ya kali aja gue dengar sampai jam 12 malam”
“Jadi kita kemana dulu nih?”
“Kita mulai dari benua afrika”
“kita ke Johanesburg, Afrika Selatan. Kali ini gue mau wujudkan impian gue dari kecil foto dengan singa sang raja hutan dari jarak dekat langsung di alam liar.”
***************************************************************************
“Loh bukannya lo udah sering foto sama singa?”
“Yang itu mah lain cuman dekat kandang doang.”
“Emangnya lo nggak kapok apa. Lo ingat nggak waktu di Taronga plains western zoo di Australia sama di kebun binatang National Park Singapore. Di situ kan dua kali nyawa lo sama tangan lo hampir putus. Untung ada gue.”
“Ya gue tau. Kali ini gue jamin deh di taman Zoologi park di Afsel nanti kita nggak bakal alami kejadian yang sama di sana dijamin deh semuanya safety dan sesuai prosedur. Ayolah (Yudh) bro lagian gue udah lapor sama KBRI di sana dan semuanya sudah dijamin aman sama tim survei yang sudah turun selama sebulan disana. Masa kita kecewain mereka sih Yud??.”
Yudhi mengehela nafas panjang mencoba membuang pikiran negatif dan traumanya dii Taronga western plains zoo, Australia dan National Park Singapore, Singapura
(Yudhi) : “Huuuuft... ya deh gue ikut. Tapi awas kalau sampai ada apa-apa. Resiko tanggung sendiri.
(Agus) : “Lagian lo belum pernah kan coba sensasi tidur di padang safana dikelilingi hewan-hewan buas di malam hari.”
(Yudhi) : “Ya itu sih lo kalau gue sih ogah. Takut keburu mati sebelum nikah gue.”
(Agus) : “Lagipula gue kan udah janji ajak lo tour selama seminggu keliling timur tengah gue kan punya tugas untuk jelasin apa itu Islam dan sebagainya sekalian lo belajar tentang Islam secara kaffah lo kan baru sebulan jadi mualaf. Jangan hanya lihat berita hoax terus akhirnya pikiran lo jadi mandek.”
(Yudhi) : “Okelah gue ikut. Oh iya... ya gue kan masih penasaran sama kodran-kadrun ngarab.”
************************************************************************
(Agus) : “Eh yud... yud bangun woi, kita udah sampai nih di singapore buruan lo waktu kita cuman lima jam doang istirahat habis itu kita kejar pesawat african airlines jam 15.00
***************************************************************************
Pukul 15.00 P.M waktu singapura
(Yudhi) : “Eh gus nggak ada yang ketinggalan kan”
(Agus) : “Nggak ada. Semuanya aman-aman aja, nggak ada masalah. Barang lo nggak ada yang ketinggalan kan Yudh? Nggak ada yang harus dipaketin nanti kan.”
(Yudhi) : “Oke gue aman kok.”
Untuk beberapa saat Agus dan Yudhi aman-aman saja. Sampai nanti Yudhi sadar kalau paspor dan dompetnya ketinggalan di taksi di bandara Chan-gi Singapore.
7 jam kemudian :
(Agus) : “Taxi”
“Can you take we as to the hotel sir?”
(Driver) : “Of course but there are additional costs for two passengers”
Agus berpikir sejenak lalu berdiskusi dengan Yudhi
(Yudhi) : “Gimana nih gus, mana gue nggak bawa uang lebih lagi.”
(Agus) : “Udah nanti gue yang bayar.”
Ok. Please take us to the hotel.”
Bruuum... bruuum nggggggggggggggggggiks (bunyi taksi)
***************************************************************************
“Can I help you sir?”
“Excuse me, Miss.”
“Can book a room?”
“Sorry how long will you stay. We have a regular room package for a few day until a luxury room for a week.”
“We ordered a special room facing on sea with two sleeping bad.”
***************************************************************************
Setelah menginap beberapa malam Agus dan Yudhi memulai kegiatan jelajah alam mereka selama 2 bulan di dalam hutan afrika. Belajar bertahan hidup di tengah kerasnya persaingan rantai makanan di dalam hutan. Ancaman menjadi target mangsa predator dan hewan buas pun menjadi taruhannya di dalam hutan pun Yudhi mengerti bahwa hewan yang ditakuti di dalam hutan bukanlah singa, hyena, puma, macan, aligator atau black mamba snack. Akan tetapi sekelompok jenis katak beracun yang sangat cerdik dalam berkamuflase memiliki tentakel yang berselaput dan tubuhnya yang berlendir dan beracun yang diam-diam menghanyutkan bersembunyi di dalam kolam di rawa-rawa namun sangat agresif dan mematikan di atas darat.
**************************************************************************
(Agus) : “Eh Yudh sebelum kita balik ke Jakarta gue kan punya janji sama lo buat ajaki lo tour keliling UEA.
(Yudhi) sangat bersemangat : “Oh iya... ya. Buruan dong kita pergi dari sini gue udah nggak betah lama-lama tinggal di hutan. Emangnya kita hewan apa?
(Agus) : Hahaha. Oke yuk balik
***************************************************************************
Agus dan Yudhi kembali ke hotel tempat mereka menginap. Setelah sehari menginap di hotel keesokan paginya mereka pun terbang ke Abu Dhabi untuk menghabiskan masa liburan mereka yang sebentar lagi berakhir.
Huuuuuuuuuuuust.....
(Yudhi) : “Huuuuuuuuuuuuu!!” huuuuuuuu!! Wow keren men Abu Dhabi memang keren berasa kayak di LV (Las Vegas) U.S.A bro.
Ckrek.... ckrek...
(Agus) : “Eh Yudh gue lapar nih. Dari tadi gue belum sempat sarapan. Kita cari makan siang yuk.”
(Yudhi) : “Waduh. Hehe iya juga sih sama perut gue juga udah nggak bisa di ajak negosiasi udah mulai keroncongan nih.”
(Agus) : “Kayak konfrensi meja bundar aja lo”
***************************************************************************
(Agus) : “Tapi gue lagi ngidem makanan korea nih. Tapi disini nggak ada restoran makanan korea lagi.”
(Yudhi) : “Yaelah lo sih bukan ngidam tapi sering. Lo kan tiap hari pergi makan di restoran korea? Lagian kita ada di UEA, Abu Dhabi bro. Mana ada resto korea buka disini.”
(Agus) : “kita cari restoran Indonesia atau arabic disini”
Di restoran Indonesia
“Mbak pesan rendang, kangkung tumis asam, telur balado sama semur jengkol ya mbak.”
“Baik mas,”
***************************************************************************
(Yudhi) : “Alhamdulillah kenyang juga.”
(Agus) : “Iye lo sih kenyang, gue yang tekor.”
Di jalan
(Yudhi) : “Eh gus nanti kita ke Doha, Qatar yuk nonton Reli Dakar. Tenang kali ini gue yang bayar gue udah nemu dompet gue waktu lagi beres-beres di hotel sama sekalian kita masuk di museum Al-Quran 4D kata lo. Lo kan mau ajarin gue tentang Islam.”
(Agus) ngebacot dalam hati : “Yudh... yudh... untung aja lo sahabat gue dari kecil yang paling bae yudh dan gue punya tugas mulia bimbing lo ke jalan lurus kalau nggak dari tadi udah gue bikin jadi sate onta juga lo.”
Di tengah jalan mereka bertemu seorang petugas kebersihan yang sedang mengeluh sendirian.
“Huuh andai saja ahok yang jadi gubernur bukan anies pasti aku nggak jadi babu kadrun kayak gini.”
Agus dan Yudhi yang sedang lewat mendengar celotehan petugas kebersihan itu pun berhenti
(Agus) menepuk bahu petugas kebersihan yang berumur sekitar 60-an tahun itu : “Pak, bapak orang Indonesia ya.”
“Iya saya orang Indonesia. Ada apa ya, apa kalian berdua tersesat?.”
(Agus) : “Oh nggak pak, kami pelancong kebetulan kami lagi traveling disini. Ngomong-ngomong bapak orang Jakarta ya?
“Bukan saya orang asli Madiun, hanya pernah tinggal di tebet. Kebetulan keluarga saya semuanya saya taruh di Jakarta dulu saya petugas kebersihan di DKI waktu pak ahok jadi gubernur gaji saya sampai Rp 1.000.000,- tapi sejak ada si Anies saya berhenti dan terpaksa jadi TKI. Pokoknya Jokowi dan Ahok idola saya.”
(Yudhi) menyela : “Kok bapak gitu sih bersyukur lah pak kalau bukan Anis jakarta nggak akan jadi kota terbaik se asia
“Tau apa kamu soal si Anis! Kalau bukan si Anis gubernur hasil ngulama-ngulamaan di monas. Ahok masih jadi gubernur. Ahok tuh orang baik hanya kena fitnah dari si Anis dan si mesum Rijik (dengan nada terkadang menangis ingat Ahok dan marah jika berbicara soal Anies)
(Yudhi) berbisik : “Hmm gini nih virus cebong kalau udah menyebar.”
(Agus) : “Sssst... udah.”
Maaf pak kalau boleh saya tau nama bapak siapa ya? “Nama saya Slamet. Kalian?”
Oh saya Agus dan ini teman saya Yudhi kami mahasiswa yang lagi liburan kebetulan kami hobi traveling dan cari uang lewat photografer
(Pak Slamet) langsung mencela tanpa mendengarkan dengan baik. Ciri khas cebong : “Enak ya jadi anak orang kaya apalagi anak koruptor?.”
(Yudhi) emosi : “Bapak bilang apa barusan?”
(Slamet) : “Lah saya kan singgung orang lain kenapa jadi kamu yang emosi?”
(Agus) : “Udah.. udah Yudh tahan emosi lo
Oh ya pak kami mau ke musem Al-Quran 4D, bapak mau ikut?
(Yudhi) : Gus! Apa-apaan sih lo ngapain ngajak nih orang segala
(Agus) : “Huuust... udah jangan su’udzon dulu. Lo ikut aja rencana gue.”
(Pak Slamet) : “Ayo!” tapi saya pulang ke rumah dulu siap-siap dandan yang rapi, pakai minyak wangi. Siapa tau kalian mau ajak lihat cewek-cewek arab sambil kita dinner. Hahahay.”
(Yudhi) : “Hmm kepedean banget sih nih layangan kusut.”
(Agus) : “Bukan sekarang pak, gimana kalau hari minggu besok.”
(Pak Slamet) : “Yah... kirain kalian mau ajak saya ke sana malam ini. Sekalian kita hepi-hepi di bar gitu.”
(Agus) : “Astagfirullah pak sadar pak, harusnya bapak semakin tua semakin mendekat kepada Allah bukan malah semakin cinta dunia.”
(Pak Slamet) berubah jadi marah kepada agus : “Alah! Nggak usah ceramahin saya. Saya lebih ngerti agama dibanding kalian. Sekarang saya hanya mau menikmati dunia. Nyesal saya jadi TKI di negeri kadrun coba saya perginya di negara lebih berkelas kayak Amerika, Hongkong.”
Begitulah pak Slamet terus mengeluh sambil berjalan pulang.
***************************************************************************
Keesokan harinya di museum
(Agus) : “Nah pak sekarang saya dan Yudhi akan ajak bapak keliling-keliling museum.”
Mereka bertiga akhirnya berkeliling di museum yang sangat luas itu pak Slamet yang kemarin begitu pongah dalam menghina Islam menjadi berubah matanya terus berkaca-kaca selama berkeliling di temani oleh tourism guide museum dan sambil mendengar murottal al-quran yang terdengar di seluruh ruangan museum

(Pemandu museum) : “This a Rasulullah Muhammad S.A.W beard we keeping in the glass box.”
Pemandu itu memperlihatkan sehelai janggot milik Rasulullah Nabi Muhammad S.A.W yang tersimpan rapi dalam kotak kaca
Lalu terakhir pemandu museum mengajak kami mengenal Attha Bin Robbah seorang ulama yang berkulit hitam tuli, lumpuh dan buta sejak kecil namun sangat cinta kepada Rasulullah
(Pemandu) : “This Attha Bin Robbah a ulammah from Yaman his Name’s Abu Muhammad Atha bin Abi Rabah Asalam bin Shafwan. Since his child his a diffable. His a slayer. But his a fiqih expert, His masterpiece a reference literation for the ulammah in the world until today
Sambil berdoa pak Slamet menangis sejadi-jadinya : “Ya Allah ampuni hamba ya Allah karena tidak pernah bersyukur atas nikamat-Mu ya Allah
(Yudhi) : “Tuh bapak lihat sendiri kan Atha bin Rabah yang serba kekurangan saja masih bersyukur. Walau hidup terbatas tapi beliau sangat cinta kepada Allah dan Rasulullah. Atha bin Rabah nggak pernah ngeluh apalagi sampai menyalahkan Allah dan menghujat Rasulullah. Bapak yang punya fisik sempurna harusnya bapak malu dong pak kerja di negara arab, naik haji ke arab, dikasih bantuan sama arab. Tapi hina arab benci agamanya. Mikir dong pak
Nih ongkos pulang
Mereka berdua pun pergi meninggalkan pak Slamet yang masih bersedih dan bigung atas kejadian yang dialaminya
***********************

Sunday, January 12, 2020

OTT

Pagi itu merupakan hari yang cerah seperti biasa Pak lurah Mukidi lurah 62+ sibuk dengan agenda kenegaraannya. “Pak pagi ini ada bapak ada acara partai banteng kata Mak bapak harus hadir, tapi hari ini  bapak harus berangkat kunjungan ke luar daerah.” Lapor skretaris lurah Mukidi.
“Ya sudah suruh aja menteri terkait to. Gitu aja kok repot. Hehehe.”
“Tapi pak semua menteri sedang ada agenda hari ini. Menteri A ada di luar negeri, menteri B ada di luar daerah, menteri C ikut bapak dalam kunjungan. ”
“Ngg? Nggak ada menteri yang kosong to.”
“Ya sudah undangan pejabat siapa saja yang bisa wakili saya. Nanti sekaligus suruh bicara.”
“Tapi pak ini mak yang suruh”
“Ngg... dari mak ya.”
“Oh ya sudah kamu siapkan naskah pidato saya ya. Jangan lupa kamu atur nanti kamera harus selalu fokus ke saya sampai acara selesai ya gus.”
“Baik pak.”
(dalam hati si agus berceletuk). “Dasar djancuuuuuuuk kenapa  tak sekalian saja kau pasang kamera di atas kepala kau.”
*********************************************
Beberapa jam kemudian rombongan Pak lurah Mukidi tiba di tempat acara.
“Selamat datang kami ucapkan kepada pak lurah Mukidi 62+ beserta rombongan.”
“Emak.” (Pak lurah mencium tangan seorang nenek bertumbuh gempal berbaju merah)

“Sssssst... eh lurah kita kok aneh ya.” Kata seorang pengawal wanita lurah Mukidi berbaju Polwan
“Aneh apanya?” Jawab pengawal wanita berseragam TNI AL
“Iya aneh saja, masa di Istana kalau nggak sibuk Pak lurah main sama kodok peliharaannya di kolam belakang istana kadang sampai di ajak bicara. Padahal kan kodok cuman bisa jawab : Proook... proook... kalau ada acara-acara pak lurah selalu tanya nama-nama ikan. Tiba ada kapal cina masuk curi ikan. Pak lurah hanya bilang ikannya cina lari sampai ke 62+ sekarang pak lurah cium tangan nenek gembrot tua itu. Andai saja bisa ku getok itu kepala.”
Pengawal wanita berseragam AL menahan ngakak “Haha.”
“Huust... jangan berisik itu emaknya. Maklum pak lurah Mukidi kan petugas partai.”
Kedua pengawal tersebut tertawa kecil di belakang Mukidi

“Gimana laut Natuna sudah selesai. Kamu sudah nego kan?”
“Njeh bu... njeh...”
“Kalau kasus JS?.”
“Ngg... kok ibu tau?:
Wanita tua bertubuh tambun berbaju merah sambil menabok kepala Mukidi pakai tas
“Ya kamu gimana toh, wong uangnya masuk ke partei.”
Si agus (ajudan lurah Mukidi ngebacot dalam hati)
“Rasain loe togog, mampus lo mau gue tambahin pakai sepatu gue nggak gog?”
Diikuti dua ajudan wanita pak lurah Mukidi yang menahan tawa

********************************************************
“Acara selanjutnya kata sambutan dari bapak lurah Mukidi. Kepada bapak tempat dan waktu kami persilahkan.”

“Assalamu alaikum warohmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera, salam kebajikan. @!Y&%$.”
“Edeh apes-apes punya lurah kok gini-gini amat ya gobloknya, biarpun dikasih teks masih aja goblok tamu udah pada molor dengar ceramah lo gog” (nyinyir si Agus dalam hati).

“Terimakasih assalamu alaikum warahmatollahi wabarakatuh. Salam sejahtera, salam ke...”
Terdengar suara ribut yang sedari tadi terdengar diluar semakin jelas.
“Sebentar pak... sebentar... selain tamu dilarang masuk.”
“Oh jadi kalian menghalangi tugas negara?”
Gubraaaaaaaaaakkkkk... teeeeeeeeeet

Jreng... jeng... jeng... jreng.... jeng... jeng...


KPK (Komisi Pemberantasan tiKus got)

“Jangan diam... eh jangan diam... angkat kepala eh angkat kepala... angkat tangan.” Teriak salah satu anggota  KPK pria misterius berseragam hitam menggunakan masker.
Ploook!! bunyi pentugan dikepala pria pelontos itu
“Kamu ini bikin malu saya saja.”
Tiba-tiba muncul pria berplontos lain berseragam hitam menggunakan masker dari papan namanya bertuliskan Ali Si Pembasmi Hama
Jreng jeng.... Jreng jeng.......... jreng jeng... jreng jeng jeng.
Akhh... Ali... Ali... sarangheo oppa (terdengar teriakan dua pengawal wanita Mukidi kegirangan)
Ali petugas kelas 1 KPK tampan, cerdas, pendiam, ahli strategi dalam menangkap maling kelas teri maupun koruptor. Semua petugas KPK pelontos-pelontos
“Perhatian!! Perhatian bapak ibu!!”
“Kami mencari target kami bernama hasto.”
Mereka pun menyisir seluruh ruangan acara namun mereka tak menemukan Hasto karena Hasto sudah lari ke toilet.
Pak lurah Mukidi masih terlihat begong beberapa saat sampai ia sadar itu ada operasi “tumpas tikus”

Beberapa menit menjelang KPK selesai menggeledah ruang acara. Pak lurah Mukidi sadar kalau ini OTT.
“Gus.. cepat gus kita lari.”
“Baik pak”
“Paaaaaaaaaak... paaaaaaaak ini pak tangkap saja pak saya ikhlas lahir batin kok pak.” teriak agus memanggil petugas KPK yang sudah jauh pergi

“Pak kayaknya ada yang memanggil.” kata seorang petugas pendamping wanita mereka
“Sepertinya itu salah satu target kita pak.”

“Akh sudah kita nggak lagi butuh dia. Dia bukan sasaran kita saat ini. Lagipula utangnya ke China masih banyak.” kata Ali, komandan mereka.

*************************************************
“Praaaaaaaak, puuuuuuuft.”
“Kamu kenapa Djo.”
“Siap komandan sepertinya panggilan alam komandan.”
“Hmmm ya sudah sana kamu ke toilet sana. Kentutmu bau jengkol.”
“Siap komandan.”

****************************************************
Tedjo pun masuk ke dalam toilet. Suasana toilet yang remang-remang serasa ada aura angker. (diiringi lagu “Lengsir wengi”)
Gruduk... gruuuuduk... gruduuuuuk..... stttttts
“Siapa di sana. Ada orang!!” (tanya Tedjo)
“Maaf saya lagi buang hajat.” (orang disamping toilet)
“Oh Anda tamu juga ya?” (tanya Tedjo)
“Bukan pak saya anggota pedei.” (jawab orang disamping)
“Bapak siapa ya?” (tanya orang disamping)
“Saya anggota KPK!”
Sejenak hasto diam jantungnya berdebar cepat, asam lambungnya naik, tekanan darahnya naik-turun. Mukanya berubah menjadi pucat seakan yang berbicara tadi adalah setan
“Bapak, pak hasto kan?”
“Bukan pak... bukan Anda salah orang. Maaf saya sedang mencret.”
“Bapak jangan ngeles toilet ini sudah kami kepung.”
“Kami hitung sampai tiga kalau bapak tidak keluar kami dobrak. 1, 2, 3”
Gubraaaaaaaaaaak

“Pak hasto. Pak hasto.” (ternyata toiletnya sudah kosong Hasto kabur lewat jendela)
“Jangan lari pak!”
“Din... cepat din kamu balap.”
“Baik pak.”
Ckrekekek... ckreekekek... brum.... bruuuum.... (sebuah mobil alphard melaju sangat kencang)
“Itu dia kejar. Semua unit monitor.. monitor tersangka lari saya ulangi tersangka lari. Semua unit diminta melakukan pengejaran.”
Ditengah jalan mobil Alphard mogok. “Loh Din kenapa berhenti.”
“Anu pak. Maaf mobil kita mogok sepertinya bapak harus jalan kaki.”
“Ah... kamu ini... ya sudah kamu telepon mekanik, jaga mobil. Saya lari dulu.”
Hasto pun lari selama beberapa jam menghindari kejaran KPK karena capek hasto kemudian beristirahat hasto melihat ada semak-semak maka ia bersembunyi di situ. Sambil melirik di sepanjang jalan. Beberapa menit kemudian Hasto merasa ada yang menepuk bahunya. Ekspresi hasto berubah jadi pucat dipikirnya kuntilanak atau hantu jeruk purut. “Tapi akh masa ada setan muncul di siang bolong?” pikir Hasto
“Om... om...”
Hasto pun berbalik. “Hiiiiks... alamak sudah kuduga ternyata setannya lebih seram dari hantu kuntilanak.
“Hai om. Boleh eike nyanyi nggak. : Andecang... andecing. Bora.. bora.. bori.”
“Se...setan.”
“Hiiiiks...... kurang ajar ya yei. Bisa-bisanya yei bilang eike setan emangnya setan ada yang sekeren dan semacho yei. Perkenalkan nama eike R.E.Y.H.N.A.R.D S.I.N.A.GA dieja Reyhnard Sinaga. Kalau pagi dipanggil rey kalau malam dipanggil reyna.”
“Ya udah tau. Yang 195 pria di Inggris itu kan. Tapi you kan di penjara di Inggris tapi kok you balik again ke Indonesia.”
“Eike dipanggil bela negara om. Persiapan siaga perang dengan tiongkok.”
“Kenapa kamu lari?”
“Eike lagi dikejar massa om dari bandara tadi makanya eike ngumpet dulu. Nanti kalau malam eike pulang ke rumah.”
“Om sendiri napa lari om?”
“Ssssst kamu jangan berisik saya lagi dikejar KPK.”
“Berarti om orang terkenal dong om?”
“Heeem kok kamu tau saya orang terkenal.”
“Ihhh.. si om maksud eike om terkenal karena jadi koruptor suap jabatan caleg kan om, yang beritanya booming dengan kasus korupsi 13T itu kan om. Beritanya nongki ke posisi paling atas daftar pencarian sebelum  eike loh om.”
Tiba-tiba di saat mereka sedang ngobrol muncul si djarot. KPK!!!
“Nah ketahuan kalian.”
“Lari!!!”
“Lari ke mana om?”
“Ke rumah bapakmu.”
“Idih si om kebelet amat si om. Eike kira lari ke pelaminan.” Hihihi
“Lari ke pelaminan, ndasmu? Kamu bawa motor atau mobil.”
“Mobil eike mogok om. Makanya ei singgah mojok syantik di situ (hihi).”
“Itu ada motor. Kamu mau ikut nggak saya kasih tumpangan pulang.?”
“Hmmm boleh juga om.”
“Tapi awas kalau kamu macam-macam di jalan ta lempar sampean ke jalan.”
“Oke deh om. Syiiiip.”
***************************************************************************
“Kamu bisa bawa motor nggak sih! Kok lambat amat.”
“Sabar om nih eike lagi ngebut om.”
“Berhenti!! Lilu... lilu... dooor... dooor (suara sirene mobil polisi dan tembakan)
Karena saking cepatnya mereka pun menabrak pengendara lain
“Awaaaaas!”
Gubraaaaaaaaaak!!! Blaaaaaast... nggggiiiiiiiiiiing
“Aduh! Kamu gimana sih, bisa bawa motor nggak sih?”
“Ihhhh... kok eike yang salah kan om yang suruh ei ngebut napa yei yang ngamuk?”

“Nah ketahuan kalian”
Mereka pun berdua diciduk
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN hasto DIPINDAHKAN KE DALAM RUTAN
“Wahyu”
“Pak Hasto akhirnya ada teman juga ya”
“Siapa disana!” terdengar suara sayup-sayup dibalik cahaya lampu remang-remang itu.
“Pak Romi dan pak  Setya Novanto. Kok kita satu sel ya?
Akhirnya mereka semua berkumpul di tengah reuni mereka terdengar ada suara sipir yang  memasukkan tahanan baru ke dalam sel mereka
“Masuk... ayo cepat masuk.” Kata sipir dengan suara keras
“Ihhh om sabar dong jangan keras-keras. Eike kan syakit.”
Bayangan yang remang-remang itu pun semakin  jelas.
“Kamu!!” mereka semua melotot ketakutan
“Ihhh... om ganteng ketemu lagi.”
Mereka semua saling berpelukan ketakutan. Hasto, setnov dan romi saling “berbisik itu kan.” “ya tidak salah lagi itu memang dia.”
“Itu kan Reyhnard Sinaga si predator 195 pria di Inggris itu.”
“Ya benar.”
“Hei Rheynard kamu kok sampai disini!”
“Ihhh... si om deh galak amat. Ceritanya panjang om ternyata cina lari nggak jadi perang dengan kita katanya. “Haiya lu olang untuk bayal utang saja susah sekalang mau pelang lo. Hamsiyang oe.”
“Gitu om...”
“Sebagai gantinya eike kan belum selesai masa tahanannya DPO di Inggris (anak sultan dilawan). Eike punya tugas baru tinggal dipenjara koruptor untuk kasih mereka hukuman.”
“TIDAAAAAAAAAAAAAAAK!!!!”

************************************************************************

BUAHAHAHAHAHAHA SELAMAT MENIKMATI. (tertaws jahat sipir penjara

Tuesday, January 7, 2020

Novel : "THE NATION HOSTAGE" Oleh : Sidiq Akbar Nugraha

Athenia: “Bedebah kau! Jahanam. Aku telah memberikanmu kuasa atas diriku dan seluruh harta kekayaannku dan menjadikan mu pemimpin bagi rakyatku. Sekarang apa kau tega menjual ku?
Dis : “Maafkan saya ibu utangmu pada perompak-perompak itu sudah sangat banyak”
Seribu muka : “Sudahlah ibu diam saja! Ikuti saja apa kemauan perompak itu”

Athenia : “Pengkhianat kalian semua! Selama ini kalian tidur, makan di rumahku, kalian ku beri pekerjaan, sekolah, keamanan, kalian ku biayai hingga ke luar negeri dengan harapan kalian bisa membangun bangsa ini menjadi bangsa yang kuat dan besar. Tapi lihatlah apa yang kalian balas kepadaku”
*********************************
Perompak : (Memukul meja) “Aakh.... lu olang banyak bacot semua lah. Sekarang oe jadi murka! Sekarang lu olang oe kasih dua choice lah. 1. Bayar utang atau 2. Lu olang serahkan negara lu ke oe... pilih mana akh!!
Seribu muka : “Sabar tuan. Sebentar lagi kami pasti berhasil membawa ibu untuk ikut bersama tuan”
Perompak : “Dari ratusan tahun lalu sejak Kartanegara dari Singosari potong telinga oe punya utusan (Meng ki) lu punya ibu sangat cantik waktu masih muda sekarang setelah beberapa abad oe kembali lu punya ibu masih menarik. Dari dulu sampai nanti oe tetap ingin ibumu jadi milik oe.”
Kemudian dis pun kembali mencoba untuk membujuk ibunya sekali lagi.
Dis : “Bu, sudah bu nurut aja bu. Mereka juga punya klaim sejarah selama berabad-abad di Laut Cina Selatan. Mereka juga punya hak sama seperti kita.
Seribu muka : “Benar bu, mereka juga punya hak di Natuna. Kita tak bisa berbuat banyak selain mengajukan protes kepada mereka. Kalau pun hari ini kita melawan. Kita hanya membuang waktu mereka saja”
Athenia (Ibu pertiwi):  "Apa kalian bilang barusan???” Mereka juga punya hak. Aku yang melindunginya. Aku yang merawat dan membesarkannya, Dia tumbuh dewasa bersamaku!! Dengan seenaknya kalian bilang orang-orang asing itu punya hak atas wilayahku. Tidak!! Katakan kepada perompak itu demi Allah aku tak pernah ridho sedikitpun memberikan wilayahku walau mereka meminta hanya setetes atau sejengkal saja.

Dis kemudian memerintahkan ajudannya untuk menghadap ke pasukan perompak
Ajudan : “Maaf tuan. Sepertinya hari ini bukan hari yang tepat untuk berkunjung sebaiknya tuan pulang saja dulu. Sampaikan kepada majikan kalian ibu kami menolak untuk memenuhi permintaan kalian. Silahkan cari ikan di tempat lain saja.”
Dengan wajah marah dan kecewa para perompak
Perompak : “Baik! Hari ini oe sekali lagi pulang dengan tangan hampa sama seperti ratusan tahun yang lalu. Tapi ingat masalah ini belum selesai. Tunggu oe kembali. “
Armada kapal perompak itu pun pulang. Kapal pun mulai melaju. Terdengar sang kapten berteriak dari atas kapal kepada anak buahnya yang tersisa : “Hei, ruguo tamen gao zale. Nimen zhai zheli daiming!”
“Ha!!”
***********************************************************************
Kemesraan dan Ketegangan Lima Abad
Sejumlah catatan sejarah menerakan riwayat panjang tentang pasang surut situasi perdagangan dan keamanan di Laut Cina Selatan. Sejak lima abad silam, setidaknya seperti yang dicatat oleh Anthony Reid dalam Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid I: Tanah di Bawah Angin (2014), perairan ini telah menjadi jalur penting perniagaaan.

Sebagai contoh, saat ketersediaan komoditi pakaian, termasuk sutra dan kapas melimpah, negara-negara Asia Tenggara menjadi konsumen besar suplai pakaian dari India dan Cina. Hal ini terjadi bukan berarti Asia Tenggara tidak punya bahan baku untuk membuat pakaian, tapi kalangan elite mereka menyukai pakaian dari kedua negara tersebut.

“Pakaian India dan Cina dibeli oleh kalangan elite yang lebih kaya berkat warna-warnanya yang cemerlang, polanya yang indah, serta kedudukannya sebagai barang langka. Tapi penduduk setempat pada umumnya selalu memakai pakaian produksi setempat," tulis Reid.

Sebaliknya, Cina juga menjadi pembeli yang cukup tinggi dalam perdagangan kapas yang banyak tersedia di Asia Tenggara. Bahkan kapas menjadi hasil pertanian utama setelah pangan.

Dalam catatannya Reid menerangkan, kapas telah lama ditanam di Asia Tenggara dan diekspor ke Cina. Sejumlah naskah Cina mengabarkan bahwa kapas telah dibawa ke Cina dari Vietnam sejak abad ke-7.

Perdagangan kapas terbesar di sekitar Laut Cina Selatan, termasuk benang dan pakaian, diperkirakan terjadi pada abad ke-13 hingga ke-17. Para pedagang di pedalaman berbondong-bondong membawa barang dagangannya ke pelbagai pelabuhan Asia Tenggara, terutama Vietnam, Luzon, dan Jawa.

Selain pakaian, kapas, dan sutra, komoditi lain yang diperdagangkan di Asia Tenggara adalah emas, perak, besi, keramik, dan lain-lain. Dalam urusan keramik, Cina dari dulu telah terkenal sebagai negara yang lihai dalam membuat barang ini.

Keramik campur kaca berkualitas tinggi diproduksi di Cina dan diperdagangkan di Asia Tenggara dan ke negeri-negeri yang lebih jauh.

“[Keramik-keramik tersebut] dihias dengan indah dan dibakar dengan temperatur yang jauh lebih tinggi daripada yang dilakukan pada tempat pembakaran di Asia Tenggara, piring-piring dan mangkuk-mangkuk ini menjadi barang-barang yang tinggi nilai serta statusnya," imbuh Reid.

Di Filipina, Sulawesi, dan Maluku, keramik dari Cina yang berupa piring dan mangkuk, ditempatkan di sekitar jenazah saat pemakaman untuk menemani yang mati menuju perjalanannya ke dunia lain.

Baca juga: Australia-Indonesia Lakukan Patroli di Laut Cina Selatan
Sementara di Jawa, Bali, dan Sulawesi Selatan, keramik campur kaca digunakan sebagai penghias masjid, makam, dan istana. Namun, bagi orang-orang kaya di Asia Tenggara, keramik Cina tersebut justru dipakai sebagai tempat minum dan makan.

Dalam bukunya yang lain, yakni Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid II: Jaringan Perdagangan Global (2014), Reid juga menyinggung perdagangan lada dan kayu sapan. Menurutnya, kedua komoditas ini adalah produk yang menonjol dalam perniagaan di Nanyang atau Laut Cina Selatan.

Saking banyaknya komoditas lada dan kayu sapan ini dikirim ke Cina, pada abad ke-15 keduanya memenuhi gudang-gudang pemerintah sehingga dipakai untuk membayar sebagian gaji ratusan ribu pejabat dan tentara Cina.   

Aktivitas perdagangan yang berlangsung selama ratusan tahun, membuat kebudayaan sejumlah negara berakulturasi. Denys Lombard mencatat dalam Nusa Jawa Silang Budaya Jilid 2: Jaringan Asia (2005), kebudayaan Cina telah lama memengaruhi negeri-negeri di sekitar Laut Cina Selatan.

“[Berupa] adat-istiadat, kepercayaan, dan teknik-tekniknya, melalui suatu proses asimilasi dan saling pengaruh yang berlangsung selama berabad-abad," tulis Lombard.

Kemesraan di kawasan sekitar Laut Cina Selatan sebagai jalur perniagaan penting bagi sejumlah negara di Asia Tenggara, Cina, Arab, India, dan Eropa, bukan berarti tanpa perseteruan dan konflik.

Namun, yang perlu dicatat adalah saat itu peperangan lebih menekankan pada raihan tawanan daripada harta benda, terutama bagi negara-negara Asia Tenggara. Jumlah penduduk yang belum banyak membuat mereka berlomba memburu tawanan untuk dijadikan sebagai budak.

Sekali waktu, seorang laksamana Belanda memprotes seorang bangsawan Melayu (penguasa Johor) yang menjadi sekutunya yang terlihat ragu memasuki palagan.

“Di sini setiap orang kaya atau bangsawan justru harus membawa sejumlah orang, dan masing-masing takut kehilangan sahayanya, yang merupakan kekayaan mereka satu-satunya," jawab sang bangsawan seperti dicatat Reid.

Kemesraan dan Ketegangan Lima Abad
Sejumlah catatan sejarah menerakan riwayat panjang tentang pasang surut situasi perdagangan dan keamanan di Laut Cina Selatan. Sejak lima abad silam, setidaknya seperti yang dicatat oleh Anthony Reid dalam Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid I: Tanah di Bawah Angin (2014), perairan ini telah menjadi jalur penting perniagaaan.

Sebagai contoh, saat ketersediaan komoditi pakaian, termasuk sutra dan kapas melimpah, negara-negara Asia Tenggara menjadi konsumen besar suplai pakaian dari India dan Cina. Hal ini terjadi bukan berarti Asia Tenggara tidak punya bahan baku untuk membuat pakaian, tapi kalangan elite mereka menyukai pakaian dari kedua negara tersebut.

“Pakaian India dan Cina dibeli oleh kalangan elite yang lebih kaya berkat warna-warnanya yang cemerlang, polanya yang indah, serta kedudukannya sebagai barang langka. Tapi penduduk setempat pada umumnya selalu memakai pakaian produksi setempat," tulis Reid.

Sebaliknya, Cina juga menjadi pembeli yang cukup tinggi dalam perdagangan kapas yang banyak tersedia di Asia Tenggara. Bahkan kapas menjadi hasil pertanian utama setelah pangan.

Dalam catatannya Reid menerangkan, kapas telah lama ditanam di Asia Tenggara dan diekspor ke Cina. Sejumlah naskah Cina mengabarkan bahwa kapas telah dibawa ke Cina dari Vietnam sejak abad ke-7.

Perdagangan kapas terbesar di sekitar Laut Cina Selatan, termasuk benang dan pakaian, diperkirakan terjadi pada abad ke-13 hingga ke-17. Para pedagang di pedalaman berbondong-bondong membawa barang dagangannya ke pelbagai pelabuhan Asia Tenggara, terutama Vietnam, Luzon, dan Jawa.

Selain pakaian, kapas, dan sutra, komoditi lain yang diperdagangkan di Asia Tenggara adalah emas, perak, besi, keramik, dan lain-lain. Dalam urusan keramik, Cina dari dulu telah terkenal sebagai negara yang lihai dalam membuat barang ini.

Keramik campur kaca berkualitas tinggi diproduksi di Cina dan diperdagangkan di Asia Tenggara dan ke negeri-negeri yang lebih jauh.

“[Keramik-keramik tersebut] dihias dengan indah dan dibakar dengan temperatur yang jauh lebih tinggi daripada yang dilakukan pada tempat pembakaran di Asia Tenggara, piring-piring dan mangkuk-mangkuk ini menjadi barang-barang yang tinggi nilai serta statusnya," imbuh Reid.

Di Filipina, Sulawesi, dan Maluku, keramik dari Cina yang berupa piring dan mangkuk, ditempatkan di sekitar jenazah saat pemakaman untuk menemani yang mati menuju perjalanannya ke dunia lain.

Baca juga: Australia-Indonesia Lakukan Patroli di Laut Cina Selatan
Sementara di Jawa, Bali, dan Sulawesi Selatan, keramik campur kaca digunakan sebagai penghias masjid, makam, dan istana. Namun, bagi orang-orang kaya di Asia Tenggara, keramik Cina tersebut justru dipakai sebagai tempat minum dan makan.

Dalam bukunya yang lain, yakni Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid II: Jaringan Perdagangan Global (2014), Reid juga menyinggung perdagangan lada dan kayu sapan. Menurutnya, kedua komoditas ini adalah produk yang menonjol dalam perniagaan di Nanyang atau Laut Cina Selatan.

Saking banyaknya komoditas lada dan kayu sapan ini dikirim ke Cina, pada abad ke-15 keduanya memenuhi gudang-gudang pemerintah sehingga dipakai untuk membayar sebagian gaji ratusan ribu pejabat dan tentara Cina.   

Aktivitas perdagangan yang berlangsung selama ratusan tahun, membuat kebudayaan sejumlah negara berakulturasi. Denys Lombard mencatat dalam Nusa Jawa Silang Budaya Jilid 2: Jaringan Asia (2005), kebudayaan Cina telah lama memengaruhi negeri-negeri di sekitar Laut Cina Selatan.

“[Berupa] adat-istiadat, kepercayaan, dan teknik-tekniknya, melalui suatu proses asimilasi dan saling pengaruh yang berlangsung selama berabad-abad," tulis Lombard.

Kemesraan di kawasan sekitar Laut Cina Selatan sebagai jalur perniagaan penting bagi sejumlah negara di Asia Tenggara, Cina, Arab, India, dan Eropa, bukan berarti tanpa perseteruan dan konflik.

Namun, yang perlu dicatat adalah saat itu peperangan lebih menekankan pada raihan tawanan daripada harta benda, terutama bagi negara-negara Asia Tenggara. Jumlah penduduk yang belum banyak membuat mereka berlomba memburu tawanan untuk dijadikan sebagai budak.

Sekali waktu, seorang laksamana Belanda memprotes seorang bangsawan Melayu (penguasa Johor) yang menjadi sekutunya yang terlihat ragu memasuki palagan.

“Di sini setiap orang kaya atau bangsawan justru harus membawa sejumlah orang, dan masing-masing takut kehilangan sahayanya, yang merupakan kekayaan mereka satu-satunya," jawab sang bangsawan seperti dicatat Reid.

LANJUTAN....
“Lapor yang mulia musuh sudah berhasil dilumpuhkan dan mundur. Akan tetapi musuh meninggalkan lima kapal terakhir di dalamnya ada sekitar 200 pasukan musuh yang tetap tinggal sebagai mata-mata.”
“Baik kalau begitu kerahkan semua armada perang terbaik kita. Keluarkan kekuatan dan peralatan serta teknologi terbaik yang kita miliki. Panglima! Panglima! ke mana Panglima. Panglima! Jenderal
Dengan derap langkah kaki tergesa-gesa seorang pria bertubuh besar lengkap dengan zirah perang dan tanda kebesaran memenuhi seragamnya masuk dengan disambut bunyi terompet pengawal istana dan dikawal oleh prajurit yang membawa panji kerajaan.
“Hamba panglima Zergon memberi hormat kepada Yang Mulia.”
“Cepat! Perintahkan semua armada perang dan seluruh bala tentara di seluruh negeri ini untuk bersiap perang! Awasi terus kemungkinan musuh kembali dengan seluruh kekuatan tempurnya. Halau mereka, aktifkan sistem pelindung.”
“Baik Yang Mulia.”
“Bagus. Cepat laksanakan!”

“Dan hei panglima Zergon bukankah kau panglima terbaik kerajaan?? Apa rencanamu untuk menang dalam perang kali ini”
“Maaf Yang Mulia hamba tidak pantas menerima pujian dari Yang Mulia. Maaf Yang Mulia untuk strategi perang seperti kebiasaan saya Yang Mulia ini adalah rahasia negara Yang Mulia. Hamba mohon permisi Yang Mulia.”
Namun rupanya si Seribu Muka yang ikut dalam pertemuan di aula itu. Diam-diam memisahkan diri dan melaporkan apa yang di dengarnya kepada perompak Xin
“Cepat... cepat.. cepat! Apa yang kau ingin katakan sebelum kau menemui penciptamu.”
“Akkkh... aaakh (jeritan menahan cekikan) si Seribu mata berkata dengan lirih.”Maafkan saya tuan. Maaf kalau rencana kita kembali gagal. Tapi saya punya ide brilian tuan.”
“Apa... Apa... Apa.. Cepat katakan! Atau kau ku jadikan makanan buaya.”
Si perompak Xin lalu melepas cekikannya dari muka seribu. Muka seribu kemudian menceritakan semua strategi yang ada dikepalanya.
Si muka seribu mengambil segelas air putih dan menarik nafas lalu mulai bercerita.
“Begini tuan. Kita biarkan Dis berperang melawan Ksatria Putih dan panji Hitam. Setelah mereka mulai lemah karena tenaga mereka yang terkuras dan athenia menjadi kacau kita serang mereka. Kita kirim surat agar Dis mencekal Ksatria Putih di Mekkah kita buat umat Islam marah besar.“
“Ummmmchahahahahahah..... Hihihihi..... bagus. Bagus aku suka idemu muka seribu. Aku tak heran mengapa kau disebut muka seribu. “
“Kenapa tuan?”
“Karena dibalik wajah dekilmu yang hitam jelek ternyata kau memiliki otak yang encer. Pantas saja kau jadi penjilat. Pekerjaan itu sangat cocok untukmu.
“Ummmmmmchahahahahhahaha.... Hihihihih.... Xixixi” pekik tawa jahat sang Perompak diikuti anak buahnya yang menertawai Si Muka Seribu.
“Baiklah kalau begitu aku akan menunggu sampai kau berhasil. Tapi awas! Jika kali ini kau gagal lagi maka kepalamu yang aku gantung di tembok ruangan ku.” (sambil memakan jari manusia)
Muka Seribu (menelan ludah)
BERSAMBUNG DULU YA GUYS......

Part 2
Maka kembalilah sang pengkhianat si Muka Seribu ke Athenia ia kemudian melaporkan perjalanannya kepada Dis.
“Hei Gulom saudaraku (Muka Seribu) kemana saja kau beberapa hari ini?”
“Maafkan hamba Yang Mulia Paduka Raja karena hamba tidak memberitahukan kepergian hamba kepada Yang Mulia. Atas inisiatif hamba sendiri karena kecintaan terhadap bangsa dan negaraku. Saya lantas pergi menyelidiki perompak Xin.”
“Wahai saudaraku sungguh mulia dan beraninya tindakanmu itu. Bukankah itu sama saja dengan mengundang kematianmu sendiri?”
“Benar yang mulia. Memang benar perjalanan hamba sangat beresiko dan bisa mengancam keselamatan hamba. Tapi demi tanah air hamba siap korbankan nyawa hamba.”
“Semoga Alloh merahmatimu. Katakan wahai saudaraku apa saja yang kau dapatkan dari perjalananmu.”
Maka si muka seribu mulai melancarkan aksinya mengadu domba antara Dis dan Ksatria Putih serta panji Hitam.
“Sebenarnya tuanku Yang Mulia Paduka Raja perompak negeri xin tidak bermaksud lancang paduka.”
“Apa maksudmu!”
“\Sebenarnya para perompak hanya terhasut oleh fitnah Ksatria Putih”
Lalu Muka seribu mengeluarkan sebuah surat dari perompak xin. Dengan hormat kepada Yang Mulia Paduka Raja.
“Sebelumnya kami meminta maaf karena terjadi kesalahpahaman yang kami lakukan hanya mengamankan wilayah kekuasaan kami. Beberapa waktu lalu kami menerima surat dari seseorang di Mekkah bernama Ksatria Putih. Dari informasinya itu kami mendapatkan bahwa Paduka Raja ingin merebut Pulau, kami jadi untuk mengamankan hak milik kami. Kami mengirim pasukan yang berpura-pura menyamar sebagai nelayan tradisional di perairan tersebut. Selain itu seorang yang bernama panji Hitam mengaku sebagai utusan kerajaan dan membawa plakat kesultanan ia  mengaku diperintahkan langsung oleh Yang Mulia Paduka Raja untuk memerangi Kerajaan Xin atas tuduhan kejahatan melakukan persekusi dan pembersihan etnis Uigh. Atas kesalahpahaman ini kami mengajukan nota keberatan atas protes negara Athenia dan meminta yang Mulia untuk membuat surat klarifikasi dan ganti rugi atas kerugian materil dan non-materil yang kami (Xin) alami akibat konfrontasi Laut Cina Selatan. Kami menunggu itikad baik Yang Mulia Paduka Raja melalui surat permintaan maaf dan ganti rugi 2x24 jam. Jika tidak kami akan membawa persoalan ini ke jalur hukum internasional. Sekian dan terima kasih” 
Dis (memegang surat sambil tangannya bergetar dan memerah). Setelah selesai membaca surat itu Dis menendang meja emas miliknya dan kembali duduk di singgasananya.
“Plak!”
“Kurang ajar!”
“Apa benar yang ditulis oleh panglima Xin itu!” (membentak dengan suara marah dan mata merah melotot)
“Ya Yang Mulia. Ampun jika hamba lancang Yang Mulia, namun kali ini hamba membenarkan.”
“Kurang Ajar!”
“Pati! Pati! Pati Dianus” (Pati = pimpinan wilayah, pejabat negara, asisten/orang kepercayaan Raja)
“Hamba memberi hormat Yang Mulia”
“Pati Dianus. Ku perintahkan kau untuk menangkap Si Kriminal Panji Hitam bawa ke hadapanku hidup atau mati!”
“Baik Yang Mulia. Perintah Yang Mulia akan segera saya laksanakan.”
“Perdana Menteri  Porus!.”
“Hamba Yang Mulia”
“Kirim surat pencekalan kepada Ksatria Putih di tanah Arab. Buat fitnah jika Ksatria Putih adalah teroris internasional yang kita cari. Sebar pengumuman di dalam dan luar negeri pemerintah akan memberikan 600 juta golden keping emas bagi siapa saja yang membawa kepala Panji Hitam ke istana Athenia.”

“Baik Yang Mulia. Amanah Yang Mulia akan saya laksanakan dengan baik yang Mulia.”

BERSAMBUNG DI HALAMAN SELANJUTNYA...