Profil

My photo
Assalamualaikum, gaes, Welcome my blog. Disini saya akan membahas seputar pendidikan dan jasa ghost writer

Tuesday, February 19, 2019

Pasca debat kedua yang diselenggarakan oleh KPU di Hotel Sultan, Jakarta (Minggu/17/Februari 2019) terlihat beberapa retorika yang ditampilkan oleh kedua pasangan misalkan saja pada saat sesi bertanya terlihat Prabowo yang menyampaikan data yang sedikit keliru, cenderung memancing daya keingintahuan daripada kecenderungan sebuah informasi yang dsajikan secara komprehensif, aktual dan akurat.

Pada sisi lain Jokowi memperlihatkan kerusakan dan kegagalan paradoks berpikir. Seorang kepala negara sebagai pedoman bagi rakyatnnya seharusnya bisa memberikan sebuah contoh kejujuran bagi rakyatnya utamanya bagi generasi milenial yang memiliki cita-cita untuk memimpin negeri Jokowi telah memperlihatkan contoh kepemimpinan buruk dan menyebaran krisis kejujuran yang akut dan kronis. Seorang kepala negara adalah seorang yang dihormati dan dihargai kewibawaannya dan dapat dipercaya jika ia berbicara. Namun semua itu hilang ketika jokowi memberikan data terkait kebakaran hutan dan konflik agraria di Indonesia  .

ketika paslon 02 Prabowo Subianto mempertanyakan tentang kebakaran hutan dan dijawab tidak ada selama 4 tahun periode kepemimpinnannya.

Faktanya LSM peduli lingkungan hidup GreenPeaceIndonesia dalam cuitannya di akun official @greenpeaceindonesia mengatakan dalam kurun waktu 2015 s/d Januari 2019 ada 907,34 Ha luas area kebakaran hutan di Indonesia. Pada tahun 2014 ada 44.411,36 Ha area kebakaran hutan terjadi di Indonesia : tahun 2015 naik menjadi 261.060,44 Ha : 2016 14.604,84 Ha : 2017 11.127,49 : dan 2018 ada 4.666,39 kasus kebakaran hutan terjadi di Indonesia.

Konf

Wednesday, February 13, 2019



CNN IndonesiaFind it on Play StoreGETX

Perhitungan Abu Janda Gugat Facebook Rp1 Triliun

CNN Indonesia
Rabu, 13/02/2019 06:22
Perhitungan Abu Janda Gugat Facebook Rp1 Triliun
Permadi Arya alias Abu Janda (tengah) akan mengungkap kerugian komersial akibat Facebook menutup akunnya. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Permadi Arya alias Abu Janda punya sejumlah alasan menggugat Facebook hingga Rp1 triliun. Kuasa hukum Abu Janda, Finsensius Mendrofa mengatakan salah satunya terkait perhitungan materi dan non-materi yang dikeluarkan kliennya untuk membuat konten di Facebook.

Finsensius menggarisbawahi bahwa Permadi adalah aktivis media sosial. Sejak aktif di Facebook empat tahun lalu, dia berhasil merengkuh 500 ribu pengikut di halaman 'Abu Janda'.

"Berarti ada cost di sana. Dari waktu yang dihabiskan, materi yang dihabiskan, itu nilainya cukup besar," ujar Finsensius kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/2).



Ada kerugian komersial yang juga sudah dimasukkan ke tuntutan mereka, tapi pihak Permadi hanya akan mengungkap hal itu di persidangan.

Sementara dari sisi immaterial, kuasa hukum menyebut kliennya mengalami kerugian yang tak kalah besar. Munculnya nama 'Permadi Arya' di pernyataan resmi Facebook menurut dia sudah cukup merusak karier kliennya.

"Jadi kalau kami totalkan semua dari segicost, komersial di kegiatan Facebook-nya, kemudian kerugian immaterial karena reputasi kariernya hancur karena tuduhan Facebook, itulah kita akumulasi dengan tuntutan Rp1 triliun," ujar Finsensius.

Perhitungan Abu Janda Gugat Facebook Rp1 TriliunPermadi Arya alias Abu Janda (kedua kiri) melayangkan surat somasi Rp1 triliun kepada CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg atas tuduhan dirinya termasuk produsen fitnah Saracen. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Pada kesempatan terpisah, Permadi masih yakin dengan somasinya. Ia menegaskan jika Facebook tak kunjung mengklarifikasi sekaligus mengembalikan haknya dia akan menggugat perusahaan Mark Zuckerberg itu secara pidana dan perdata.

Permadi meyakini dalam kasus ini, ia dan kuasa hukumnya dapat membuktikan bahwa Facebook sudah keliru menempatkan namanya terlibat dalam Grup Saracen.


"Ini kuat kasus kita. Makanya Facebook jangan macam-macam lah, jangan anggap remeh. Meskipun dia perusahaan asing, perusahaan multi miliar dolar, jangan salah lawyer kita sudah riset bahwa menurut terms and conditionsmereka, mereka bisa digugat di wilayah hukum tempat terjadinya sengketa," kata Permadi dengan penuh semangat.

Permadi menyatakan seandainya pihak Facebook tidak menyebut namanya dalam pernyataan resmi mereka, dia akan mengikhlaskan akunnya dihapus.

Perkara ini dimulai pada 22 September 2018. Ketika itu dia menerima notifikasi di surel bahwa ada pihak yang berupaya mengganti kata sandi akun Facebook miliknya.

Dia mendapati akunnya dijebol peretas. Permadi menilai akunnya dibobol jaringan Saracen.

(bin/pmg)