Pasca debat kedua yang diselenggarakan oleh KPU di Hotel Sultan, Jakarta (Minggu/17/Februari 2019) terlihat beberapa retorika yang ditampilkan oleh kedua pasangan misalkan saja pada saat sesi bertanya terlihat Prabowo yang menyampaikan data yang sedikit keliru, cenderung memancing daya keingintahuan daripada kecenderungan sebuah informasi yang dsajikan secara komprehensif, aktual dan akurat.
Pada sisi lain Jokowi memperlihatkan kerusakan dan kegagalan paradoks berpikir. Seorang kepala negara sebagai pedoman bagi rakyatnnya seharusnya bisa memberikan sebuah contoh kejujuran bagi rakyatnya utamanya bagi generasi milenial yang memiliki cita-cita untuk memimpin negeri Jokowi telah memperlihatkan contoh kepemimpinan buruk dan menyebaran krisis kejujuran yang akut dan kronis. Seorang kepala negara adalah seorang yang dihormati dan dihargai kewibawaannya dan dapat dipercaya jika ia berbicara. Namun semua itu hilang ketika jokowi memberikan data terkait kebakaran hutan dan konflik agraria di Indonesia .
ketika paslon 02 Prabowo Subianto mempertanyakan tentang kebakaran hutan dan dijawab tidak ada selama 4 tahun periode kepemimpinnannya.
Faktanya LSM peduli lingkungan hidup GreenPeaceIndonesia dalam cuitannya di akun official @greenpeaceindonesia mengatakan dalam kurun waktu 2015 s/d Januari 2019 ada 907,34 Ha luas area kebakaran hutan di Indonesia. Pada tahun 2014 ada 44.411,36 Ha area kebakaran hutan terjadi di Indonesia : tahun 2015 naik menjadi 261.060,44 Ha : 2016 14.604,84 Ha : 2017 11.127,49 : dan 2018 ada 4.666,39 kasus kebakaran hutan terjadi di Indonesia.
Konf

No comments:
Post a Comment