Nasional
Perhitungan Abu Janda Gugat Facebook Rp1 Triliun
Rabu, 13/02/2019 06:22

Permadi Arya alias Abu Janda (tengah) akan mengungkap kerugian komersial akibat Facebook menutup akunnya. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Finsensius menggarisbawahi bahwa Permadi adalah aktivis media sosial. Sejak aktif di Facebook empat tahun lalu, dia berhasil merengkuh 500 ribu pengikut di halaman 'Abu Janda'.
"Berarti ada cost di sana. Dari waktu yang dihabiskan, materi yang dihabiskan, itu nilainya cukup besar," ujar Finsensius kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/2).
Ada kerugian komersial yang juga sudah dimasukkan ke tuntutan mereka, tapi pihak Permadi hanya akan mengungkap hal itu di persidangan.
Sementara dari sisi immaterial, kuasa hukum menyebut kliennya mengalami kerugian yang tak kalah besar. Munculnya nama 'Permadi Arya' di pernyataan resmi Facebook menurut dia sudah cukup merusak karier kliennya.
"Jadi kalau kami totalkan semua dari segicost, komersial di kegiatan Facebook-nya, kemudian kerugian immaterial karena reputasi kariernya hancur karena tuduhan Facebook, itulah kita akumulasi dengan tuntutan Rp1 triliun," ujar Finsensius.
Permadi Arya alias Abu Janda (kedua kiri) melayangkan surat somasi Rp1 triliun kepada CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg atas tuduhan dirinya termasuk produsen fitnah Saracen. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
|
Permadi meyakini dalam kasus ini, ia dan kuasa hukumnya dapat membuktikan bahwa Facebook sudah keliru menempatkan namanya terlibat dalam Grup Saracen.
Lihat juga:'Melawan' Facebook, dari FPI hingga Abu Janda |
"Ini kuat kasus kita. Makanya Facebook jangan macam-macam lah, jangan anggap remeh. Meskipun dia perusahaan asing, perusahaan multi miliar dolar, jangan salah lawyer kita sudah riset bahwa menurut terms and conditionsmereka, mereka bisa digugat di wilayah hukum tempat terjadinya sengketa," kata Permadi dengan penuh semangat.
Permadi menyatakan seandainya pihak Facebook tidak menyebut namanya dalam pernyataan resmi mereka, dia akan mengikhlaskan akunnya dihapus.
Perkara ini dimulai pada 22 September 2018. Ketika itu dia menerima notifikasi di surel bahwa ada pihak yang berupaya mengganti kata sandi akun Facebook miliknya.
Dia mendapati akunnya dijebol peretas. Permadi menilai akunnya dibobol jaringan Saracen.
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA




No comments:
Post a Comment