Pagi itu merupakan hari yang cerah seperti biasa Pak lurah Mukidi lurah 62+ sibuk dengan agenda kenegaraannya. “Pak pagi ini ada bapak ada acara partai banteng kata Mak bapak harus hadir, tapi hari ini bapak harus berangkat kunjungan ke luar daerah.” Lapor skretaris lurah Mukidi.
“Ya sudah suruh aja menteri terkait to. Gitu aja kok repot. Hehehe.”
“Tapi pak semua menteri sedang ada agenda hari ini. Menteri A ada di luar negeri, menteri B ada di luar daerah, menteri C ikut bapak dalam kunjungan. ”
“Ngg? Nggak ada menteri yang kosong to.”
“Ya sudah undangan pejabat siapa saja yang bisa wakili saya. Nanti sekaligus suruh bicara.”
“Tapi pak ini mak yang suruh”
“Ngg... dari mak ya.”
“Oh ya sudah kamu siapkan naskah pidato saya ya. Jangan lupa kamu atur nanti kamera harus selalu fokus ke saya sampai acara selesai ya gus.”
“Baik pak.”
(dalam hati si agus berceletuk). “Dasar djancuuuuuuuk kenapa tak sekalian saja kau pasang kamera di atas kepala kau.”
*********************************************
Beberapa jam kemudian rombongan Pak lurah Mukidi tiba di tempat acara.
“Selamat datang kami ucapkan kepada pak lurah Mukidi 62+ beserta rombongan.”
“Emak.” (Pak lurah mencium tangan seorang nenek bertumbuh gempal berbaju merah)
“Sssssst... eh lurah kita kok aneh ya.” Kata seorang pengawal wanita lurah Mukidi berbaju Polwan
“Aneh apanya?” Jawab pengawal wanita berseragam TNI AL
“Iya aneh saja, masa di Istana kalau nggak sibuk Pak lurah main sama kodok peliharaannya di kolam belakang istana kadang sampai di ajak bicara. Padahal kan kodok cuman bisa jawab : Proook... proook... kalau ada acara-acara pak lurah selalu tanya nama-nama ikan. Tiba ada kapal cina masuk curi ikan. Pak lurah hanya bilang ikannya cina lari sampai ke 62+ sekarang pak lurah cium tangan nenek gembrot tua itu. Andai saja bisa ku getok itu kepala.”
Pengawal wanita berseragam AL menahan ngakak “Haha.”
“Huust... jangan berisik itu emaknya. Maklum pak lurah Mukidi kan petugas partai.”
Kedua pengawal tersebut tertawa kecil di belakang Mukidi
“Gimana laut Natuna sudah selesai. Kamu sudah nego kan?”
“Njeh bu... njeh...”
“Kalau kasus JS?.”
“Ngg... kok ibu tau?:
Wanita tua bertubuh tambun berbaju merah sambil menabok kepala Mukidi pakai tas
“Ya kamu gimana toh, wong uangnya masuk ke partei.”
Si agus (ajudan lurah Mukidi ngebacot dalam hati)
“Rasain loe togog, mampus lo mau gue tambahin pakai sepatu gue nggak gog?”
Diikuti dua ajudan wanita pak lurah Mukidi yang menahan tawa
********************************************************
“Acara selanjutnya kata sambutan dari bapak lurah Mukidi. Kepada bapak tempat dan waktu kami persilahkan.”
“Assalamu alaikum warohmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera, salam kebajikan. @!Y&%$.”
“Edeh apes-apes punya lurah kok gini-gini amat ya gobloknya, biarpun dikasih teks masih aja goblok tamu udah pada molor dengar ceramah lo gog” (nyinyir si Agus dalam hati).
“Terimakasih assalamu alaikum warahmatollahi wabarakatuh. Salam sejahtera, salam ke...”
Terdengar suara ribut yang sedari tadi terdengar diluar semakin jelas.
“Sebentar pak... sebentar... selain tamu dilarang masuk.”
“Oh jadi kalian menghalangi tugas negara?”
Gubraaaaaaaaaakkkkk... teeeeeeeeeet
Jreng... jeng... jeng... jreng.... jeng... jeng...
KPK (Komisi Pemberantasan tiKus got)
“Jangan diam... eh jangan diam... angkat kepala eh angkat kepala... angkat tangan.” Teriak salah satu anggota KPK pria misterius berseragam hitam menggunakan masker.
Ploook!! bunyi pentugan dikepala pria pelontos itu
“Kamu ini bikin malu saya saja.”
Tiba-tiba muncul pria berplontos lain berseragam hitam menggunakan masker dari papan namanya bertuliskan Ali Si Pembasmi Hama
Jreng jeng.... Jreng jeng.......... jreng jeng... jreng jeng jeng.
Akhh... Ali... Ali... sarangheo oppa (terdengar teriakan dua pengawal wanita Mukidi kegirangan)
Ali petugas kelas 1 KPK tampan, cerdas, pendiam, ahli strategi dalam menangkap maling kelas teri maupun koruptor. Semua petugas KPK pelontos-pelontos
“Perhatian!! Perhatian bapak ibu!!”
“Kami mencari target kami bernama hasto.”
Mereka pun menyisir seluruh ruangan acara namun mereka tak menemukan Hasto karena Hasto sudah lari ke toilet.
Pak lurah Mukidi masih terlihat begong beberapa saat sampai ia sadar itu ada operasi “tumpas tikus”
Beberapa menit menjelang KPK selesai menggeledah ruang acara. Pak lurah Mukidi sadar kalau ini OTT.
“Gus.. cepat gus kita lari.”
“Baik pak”
“Paaaaaaaaaak... paaaaaaaak ini pak tangkap saja pak saya ikhlas lahir batin kok pak.” teriak agus memanggil petugas KPK yang sudah jauh pergi
“Pak kayaknya ada yang memanggil.” kata seorang petugas pendamping wanita mereka
“Sepertinya itu salah satu target kita pak.”
“Akh sudah kita nggak lagi butuh dia. Dia bukan sasaran kita saat ini. Lagipula utangnya ke China masih banyak.” kata Ali, komandan mereka.
*************************************************
“Praaaaaaaak, puuuuuuuft.”
“Kamu kenapa Djo.”
“Siap komandan sepertinya panggilan alam komandan.”
“Hmmm ya sudah sana kamu ke toilet sana. Kentutmu bau jengkol.”
“Siap komandan.”
****************************************************
Tedjo pun masuk ke dalam toilet. Suasana toilet yang remang-remang serasa ada aura angker. (diiringi lagu “Lengsir wengi”)
Gruduk... gruuuuduk... gruduuuuuk..... stttttts
“Siapa di sana. Ada orang!!” (tanya Tedjo)
“Maaf saya lagi buang hajat.” (orang disamping toilet)
“Oh Anda tamu juga ya?” (tanya Tedjo)
“Bukan pak saya anggota pedei.” (jawab orang disamping)
“Bapak siapa ya?” (tanya orang disamping)
“Saya anggota KPK!”
Sejenak hasto diam jantungnya berdebar cepat, asam lambungnya naik, tekanan darahnya naik-turun. Mukanya berubah menjadi pucat seakan yang berbicara tadi adalah setan
“Bapak, pak hasto kan?”
“Bukan pak... bukan Anda salah orang. Maaf saya sedang mencret.”
“Bapak jangan ngeles toilet ini sudah kami kepung.”
“Kami hitung sampai tiga kalau bapak tidak keluar kami dobrak. 1, 2, 3”
Gubraaaaaaaaaaak
“Pak hasto. Pak hasto.” (ternyata toiletnya sudah kosong Hasto kabur lewat jendela)
“Jangan lari pak!”
“Din... cepat din kamu balap.”
“Baik pak.”
Ckrekekek... ckreekekek... brum.... bruuuum.... (sebuah mobil alphard melaju sangat kencang)
“Itu dia kejar. Semua unit monitor.. monitor tersangka lari saya ulangi tersangka lari. Semua unit diminta melakukan pengejaran.”
Ditengah jalan mobil Alphard mogok. “Loh Din kenapa berhenti.”
“Anu pak. Maaf mobil kita mogok sepertinya bapak harus jalan kaki.”
“Ah... kamu ini... ya sudah kamu telepon mekanik, jaga mobil. Saya lari dulu.”
Hasto pun lari selama beberapa jam menghindari kejaran KPK karena capek hasto kemudian beristirahat hasto melihat ada semak-semak maka ia bersembunyi di situ. Sambil melirik di sepanjang jalan. Beberapa menit kemudian Hasto merasa ada yang menepuk bahunya. Ekspresi hasto berubah jadi pucat dipikirnya kuntilanak atau hantu jeruk purut. “Tapi akh masa ada setan muncul di siang bolong?” pikir Hasto
“Om... om...”
Hasto pun berbalik. “Hiiiiks... alamak sudah kuduga ternyata setannya lebih seram dari hantu kuntilanak.
“Hai om. Boleh eike nyanyi nggak. : Andecang... andecing. Bora.. bora.. bori.”
“Se...setan.”
“Hiiiiks...... kurang ajar ya yei. Bisa-bisanya yei bilang eike setan emangnya setan ada yang sekeren dan semacho yei. Perkenalkan nama eike R.E.Y.H.N.A.R.D S.I.N.A.GA dieja Reyhnard Sinaga. Kalau pagi dipanggil rey kalau malam dipanggil reyna.”
“Ya udah tau. Yang 195 pria di Inggris itu kan. Tapi you kan di penjara di Inggris tapi kok you balik again ke Indonesia.”
“Eike dipanggil bela negara om. Persiapan siaga perang dengan tiongkok.”
“Kenapa kamu lari?”
“Eike lagi dikejar massa om dari bandara tadi makanya eike ngumpet dulu. Nanti kalau malam eike pulang ke rumah.”
“Om sendiri napa lari om?”
“Ssssst kamu jangan berisik saya lagi dikejar KPK.”
“Berarti om orang terkenal dong om?”
“Heeem kok kamu tau saya orang terkenal.”
“Ihhh.. si om maksud eike om terkenal karena jadi koruptor suap jabatan caleg kan om, yang beritanya booming dengan kasus korupsi 13T itu kan om. Beritanya nongki ke posisi paling atas daftar pencarian sebelum eike loh om.”
Tiba-tiba di saat mereka sedang ngobrol muncul si djarot. KPK!!!
“Nah ketahuan kalian.”
“Lari!!!”
“Lari ke mana om?”
“Ke rumah bapakmu.”
“Idih si om kebelet amat si om. Eike kira lari ke pelaminan.” Hihihi
“Lari ke pelaminan, ndasmu? Kamu bawa motor atau mobil.”
“Mobil eike mogok om. Makanya ei singgah mojok syantik di situ (hihi).”
“Itu ada motor. Kamu mau ikut nggak saya kasih tumpangan pulang.?”
“Hmmm boleh juga om.”
“Tapi awas kalau kamu macam-macam di jalan ta lempar sampean ke jalan.”
“Oke deh om. Syiiiip.”
***************************************************************************
“Kamu bisa bawa motor nggak sih! Kok lambat amat.”
“Sabar om nih eike lagi ngebut om.”
“Berhenti!! Lilu... lilu... dooor... dooor (suara sirene mobil polisi dan tembakan)
Karena saking cepatnya mereka pun menabrak pengendara lain
“Awaaaaas!”
Gubraaaaaaaaaak!!! Blaaaaaast... nggggiiiiiiiiiiing
“Aduh! Kamu gimana sih, bisa bawa motor nggak sih?”
“Ihhhh... kok eike yang salah kan om yang suruh ei ngebut napa yei yang ngamuk?”
“Nah ketahuan kalian”
Mereka pun berdua diciduk
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN hasto DIPINDAHKAN KE DALAM RUTAN
“Wahyu”
“Pak Hasto akhirnya ada teman juga ya”
“Siapa disana!” terdengar suara sayup-sayup dibalik cahaya lampu remang-remang itu.
“Pak Romi dan pak Setya Novanto. Kok kita satu sel ya?
Akhirnya mereka semua berkumpul di tengah reuni mereka terdengar ada suara sipir yang memasukkan tahanan baru ke dalam sel mereka
“Masuk... ayo cepat masuk.” Kata sipir dengan suara keras
“Ihhh om sabar dong jangan keras-keras. Eike kan syakit.”
Bayangan yang remang-remang itu pun semakin jelas.
“Kamu!!” mereka semua melotot ketakutan
“Ihhh... om ganteng ketemu lagi.”
Mereka semua saling berpelukan ketakutan. Hasto, setnov dan romi saling “berbisik itu kan.” “ya tidak salah lagi itu memang dia.”
“Itu kan Reyhnard Sinaga si predator 195 pria di Inggris itu.”
“Ya benar.”
“Hei Rheynard kamu kok sampai disini!”
“Ihhh... si om deh galak amat. Ceritanya panjang om ternyata cina lari nggak jadi perang dengan kita katanya. “Haiya lu olang untuk bayal utang saja susah sekalang mau pelang lo. Hamsiyang oe.”
“Gitu om...”
“Sebagai gantinya eike kan belum selesai masa tahanannya DPO di Inggris (anak sultan dilawan). Eike punya tugas baru tinggal dipenjara koruptor untuk kasih mereka hukuman.”
“TIDAAAAAAAAAAAAAAAK!!!!”
************************************************************************
BUAHAHAHAHAHAHA SELAMAT MENIKMATI. (tertaws jahat sipir penjara

No comments:
Post a Comment