“PERENCANAAN KEUANGAN MILENIAL”
(Part. 6)
Penulis Oleh :
SIDIQ AKBAR NUGRAHA
(Blogger Author SUKSES/Pengamat Politik, Hukum,
Sosial/Ekonomi)
facebook : Sidiq Akbar Nugraha
Twitter
: @Sidiq1996
Instagram :
SidiqakbarnugrahaIII
Blogspot :
KatakataKu/SastraSidiq/InspirasiSidiq
WA : 082265592429
Wordpress : Kata-kataKu/www.InspirasiSidiq@wordpress.com
Email
: Muh.sidiqakbarnugraha@gmail.com
Jumat, 06 September 2019. Pukul 10.00 WITA
Hai guys, nggak terasa kita hari
jumat, 06 September 2019 M/1440 H nih guys. It’s
time (waktunya) buat InspirasiSidiq@blogspot.com
buat kasih artikel untuk “PERENCANAAN
KEUANGAN MILENIAL” (Part. 6) bagian perencanaan dana siaga untuk kesehatan.
Para milenial’s yang budiman.
Seperti kita ketahui bahwa pemerintah akhirnya resmi menaikkan iuran (badan
penyelenggaran kesehatan) BPJS sebesar tiga kali lipat. Hal tersebut
dikarenakan pihak BPJS sudah tidak sanggup untuk menutupi utang-utangnya kepada
sejumlah rumah sakit swasta yang menjadi mitra BPJS dan mahalnya biaya
peralatan kedokteran. Kenaikan iuran BPJS dan kenaikan sejumlah harga-harga
kebutuhan, BBM, listrik dan pajak disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri
Mulyani dalam pembacaan laporan rancangan anggaran pendapatan belanja negara
(RAPBN) tahun 2020 di gedung Majelis Perwakilan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat
(MPR/DPR), Jumat, 16 Agustus 2019 lalu. Sri mulyani dalam (laporan RAPBN
pemerintah, 2019) beralasan kenaikan iuran BPJS guna menyelamatkan BPJS dari autopilot/defisit.
Dilansir dari portal berita KataData.com Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
mengatakan, kenaikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang
diselenggarakan BPJS Kesehatan nantinya akan disertai dengan perbaikan sistem
secara menyeluruh. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)
yang meminta perusahaan memperbaikinya guna mengatasi defisit keuangan.
"Di rapat internal kemarin, Pak Presiden meminta BPJS Kesehatan dan
Kementerian Kesehatan memperbaiki seluruh elemen dari penyelenggaraan sistem jaminan
kesehatan nasional kita. Perbaikan sistem adalah salah satu pondasi paling
penting," ucap dia di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (30/7).
Perbaikan tersebut seperti data kepesertaan, sistem rujukan kepada puskesmas
dan rumah sakit, serta penagihan. Dari sisi kepesertaan, ketidakpatuhan
pembayaran iuran dari Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau informal membuat
BPJS Kesehatan mengalami defisit. Hal tersebut menyebabkan biaya yang
dikeluarkan BPJS dalam menanggung pelayanan kesehatan jauh lebih tinggi
daripada besaran iuran yang dikumpulkan dari peserta. “Mereka hanya menjadi
peserta saat mau sakit yang kemudian menimbulkan defisit dari sisi
penyelenggaraan,” katanya. Sedangkan dari sistem rujukan serta sistem penagihan
perlu dilakukan pembenahan untuk mencegah terjadinya fraud. Adapun sejumlah
rumah sakit selama ini sering menagihkan pembayaran yang lebih tinggi dari yang
seharusnya kepada BPJS Kesehatan. (Baca: Jokowi Bahas Defisit BPJS Kesehatan,
Belum Ada Opsi Kenaikan Iuran ) BPJS Kesehatan pada tahun ini diperkirakan akan
mengalami defisit Rp 28 triliun. Sri Mulyani mengungkapkan, pihaknya sudah
membantu melanjutkan pembayaran iuran segmen penerima bantuan iuran (PBI)
hingga 12 bulan. "Untuk TNI/Plori juga sudah kami bayarkan. Bahkan untuk
3-4 tahun berturut-turut Kementerian Keuangan sudah beri tambahan injeksi
kepada BPJS kesehatan selain PBI tadi," ujarnya. Sebelumnya, Wakil
Presiden Jusuf Kalla pagi ini mengatakan, pemerintah sepakat untuk menaikkan
iuran BPJS Kesehatan untuk mengatasi defisit yang ada. Besaran tarif baru
tersebut masih dibahas oleh pemerintah dan BPJS Kesehatan. Sebagai informasi,
saat ini terdapat tiga golongan iuran BPJS Kesehatan. Iuran BPJS Kesehatan
kelas III sebesar Rp 25.500 per bulan, kemudian, iuran kelas II sebesar Rp
51.000 per bulan dan iuran Kelas I Rp 80.000 per bulan.
Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Sri Mulyani: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Sistemnya Akan Diperbaiki" , https://katadata.co.id/berita/2019/07/30/sri-mulyani-iuran-bpjs-kesehatan-naik-sistemnya-akan-diperbaiki
Penulis: Agatha Olivia Victoria
Editor: Sorta Tobing
Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Sri Mulyani: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Sistemnya Akan Diperbaiki" , https://katadata.co.id/berita/2019/07/30/sri-mulyani-iuran-bpjs-kesehatan-naik-sistemnya-akan-diperbaiki
Penulis: Agatha Olivia Victoria
Editor: Sorta Tobing
Nah guys, untuk mengantisipasi
supaya kalian gak kanker (kantong kering). Jika terpaksa harus ke dokter atau
masuk rumah sakit. Berikut adalah tips yang kalian harus baca dan ingat.
1.
Jangan boros.
Lakukan apapun yang kalian sukai apapun hobi kalian
yang merogoh goceh. Tapi usahakan jangan terlalu boros.
2.
Keluarkan isi kantong kalian untuk hal-hal yang
penting-penting saja.
Gunakan setiap dana yang ada di simpanan untuk
hal-hal yang penting dan mendesak. Buatlah prioritas kalian agar uang yang
kalian keluarkan efisien, tepat sasaran dan berfaedah untuk kalian. Buatlah
sebuah catatan pemasukan dan pengeluaran menggunakan pembukuan akuntansi
sederhana. Catat besar uang saku atau gaji yang kalian terima dari orangtua
kalian atau gaji kalian kemudian aturlah sesuai dengan kebutuhan kalian.
3.
Pintar-pintar hemat/cari kerja tambahan.
Mencari pekerjan bisa juga kalian lakukan untuk
menutupi kekurangan kebutuhan kalian. Cari pekerjaan yang efisien dan tidak
menganggu kegiatan utama kalian. Buatlah toko online atau promosikan
barang/jasa yang kalian miliki. Atau pilihlah pekerjaan sebagai resseler untuk
sebuah produk.
4.
Daftarkan diri kamu di asuransi.
Daftarkan diri kamu, keluarga kamu dan kendaraan
yang kamu miliki pada perusahaan asuransi agar kamu mendapat biaya ganti rugi
jika sewaktu-waktu ada keluarga yang sakit atau mengalami kecelakaan.
5.
Reksadana
Daftar dan ikuti program reksadana pada satu-satunya
perusahaan asuransi terpercaya di Indonesia. Manulife.

No comments:
Post a Comment